Minggu, 15 November 2009

Cerita Sang Kancil dan Sekelompok Pemburu

Alkisah sekelompok pemburu ternama berkemah di tepi hutan. Pemburu ini sudah sangat terkenal kelihaiannya dalam menembak mati binatang buas dan binatang-binatang besar. Sudah belasan hutan yang kehilangan seluruh macan, singa, gajah, badak, banteng, gorilla dan bahkan kijang akibat ketrrampilan mereka dalam menembak. Tak terhitung berapa puluh ribu buaya yang telah mereka bantai di sungai-sungai yang mengalir di dalam hutan.




Namun kali ini mereka nampaknya bakalan gagal. Sudah berhari-hari ini para pemburu tidak berhasil memasuki hutan nan lebat itu. Baru beberapa ratus meter saja -- gelapnya hutan yang tertutup rindangnya daun-daun pohon-pohon besar yang telah berusia ratusan tahun, tanah yang licin dan tumbuhan menjalar yang malang melintang di tanah membuat para pemburu itu selalu gagal masuk ke dalam hutan.

Akhirnya mereka memutuskan berkemah sambil mencari cara untuk dapat merintis jalan ke dalam hutan.
Setelah dua minggu berpikir keras untuk menerobos hutan akhirnya terbersit dalam benak mereka untuk memanfaatkan para penghuni hutan.

Selama berhari-hari para pemburu dengan seksama mendengarkan percakapan binatang-binatang kecil seperti marmut, kelinci, tikus dan burung-burung yang sering mencari makan di tepi hutan. Sampai para pemburu itu tahu bahwa bintang paling dibenci di hutan itu adalah macan yang gemar mengganggu binatang lain. Kebencian umum pada si macan inilah yang akan dimanfaatkan para pemburu untuk mendapatkan binatang yang bersedia menjadi penunjuk jalan.

Pertama disapanya segerombolan kelinci yang sedang merumput di tepi hutan. Ditawarkannya jasa untuk memburu macan yang selama ini mengganggu para penghuni hutan. Mereka bersedia menembak macan tanpa bayaran dengan syarat ada binatang yang bersedia menuntun para pemburu agar bisa masuk ke dalam hutan.


Bukan main senangnya hati kelinci mendengar tawaran itu. Terbayang dalam benak kelinci, hilangnya para macan akan membuat hutan menjadi lebih aman. Belum lagi nama harum yang akan didapatkan para kelinci karena berjasa memusnahkan para macan.

Namun kelinci tidak langsung menyetujui permintaan para pemburu. Terlebih dahulu mereka minta pertimbangan pada binatang paling berilmu dan paling bijaksana di hutan. Dialah sang pemimpin sejati para binatang, yaitu Sang Kancil.


Walaupun bertubuh kecil, Sang Kancil adalah hewan yang paling dihormati di hutan raya yang keras ini berkat kebijaksanaannya. Para binatang hutan sadar betul bahwa mereka tidak akan mampu melawan kekuatan asing yang hendak merambah hutan tanpa bantuan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan yang telah belasan tahun dipelajari oleh Sang Kancil.

^_^

Setelah mendengar penuturan para kelinci, Sang Kancil bangkit dari duduknya. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya karena heran dan takjub akan banyaknya siasat yang dimiliki sekelompok pemburu itu untuk memasuki hutan. Sejenak kemudian dia menjawab pertanyaan para kelinci. Dikatakannya bahwa sekali para pemburu dituntun ke dalam hutan, mereka akan memburu semua binatang hutan yang dianggap bermanfaat bagi mereka..

Awalnya mereka hanya akan memburu para macan yang dianggap sebagai makhluk pengganggu oleh para penghuni hutan. Namun setelah berhasil merintis jalan setapak di dalam hutan, selanjutnya mereka akan memburu kijang, sapi hutan, kambing, gajah dan bahkan burung-burung akan diburu untuk dijadikan binatang peliharaan. Hal itu telah mereka lakukan di hutan-hutan lain yang kini menjadi hutan mati karena hampir semua binatangnya habis diburu.

Para kelinci terkejut mendengar dampak yang akan timbul bila mereka memberi petunjuk jalan bagi para pemburu. Dalam hatinya mereka merasa sangat menyesal mengharap pujian karena mengundang kekuatan musuh untuk membasmi sesama penghuni hutan. Kini para kelinci bertekad untuk membiarkan masalah dalam hutan dipecahkan oleh para penghuninya, tanpa minta bantuan pada musuh karena justru akan menjadi masalah baru bagi para binatang.

Diam-diam kelinci akan minta bantuan tawon endhas yang terkenal kedahsyatan sengatannya – untuk mengusir para pemburu agar tidak ada lagi penghuni hutan yang terbujuk oleh rayuan mereka (undil – 2009)





Gambar diambil dari  livingart.co.uk)
 
tags: cerita kancil, cerita anak, cerita pendek, cerpen, cerita psikologi, cerita kelinci

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar