Rabu, 31 Januari 2007

Benarkah Kasta adalah Kenyataan Sosial ?

Jadi kalau kamu memprotes mereka saat ini,
kamulah yang dianggap aneh. Itu karena
kebiasaanmu berbeda dengan kebiasaan mereka

^_^




Bila Shinichi Kudo bertanya pada Hiromi, Maruko, Hiawata dan Shinobu saat mereka melihat sekelompok orang merokok di dalam bis kota yang penuh sesak penumpang, dia akan mendapat jawaban yang berbeda.

Hiromi akan menjawab :

“Kasihan sekali. Mereka tidak memiliki cukup pengetahuan untuk menyadari perbuatannya.. Mereka adalah orang yang tidak tahu dan harus diberitahu bahwa mereka telah merugikan satu bis manusia”

^_^

Lain halnya dengan Maruko, dia akan berkata seperti ini:

“Sudah saatnya dibuat aturan larangan merokok bagi penumpang bis kota dan kondektur wajib menegakkan aturan itu. Bila si kondektur cuek, maka penumpang berhak melaporkan dan menuntut pada dinas perhubungan agar si kondektur diberi sanksi!”

^_^

Hiawata akan berkata:

“Tawarkan permen dan bilang pada mereka untuk mematikan rokoknya. Nggak usah pusing-pusing menghakimi perilaku mereka. Yang praktis-praktis saja, yang penting mereka mau mematikan rokoknya”

^_^

Yang paling unik adalah Shinobu. Dia akan tersenyum penuh kemenangan dan berkata bak seorang ilmuwan yang berhasil membuktikan teori yang entah didapat darimana :

“Benar kan apa yang telah kubilang. Manusia itu ada kasta-kastanya. Bukan berdasar keturunan tetapi kebiasaan. Kebiasaan manusia ada tingkatan-tingkatannya. Kasta bukanlah buatan manusia tapi kenyataan sosial yang terbentuk oleh kebiasaan sehari-hari yang dipengaruhi oleh pengetahuan dan lingkungan. Mereka enak saja merokok karena bagi mereka merokok di bis kota adalah wajar. Seperti halnya menggaruk kepala atau menguap. Tidak terlarang. Sama sekali tidak layak dianggap mengganggu orang lain. Mereka selama ini melakukannya dimana saja tanpa diprotes orang-orang disekitarnya. Jadi kalau kamu memprotes mereka saat ini, kamulah yang dianggap aneh. Itu karena kebiaaanmu berbeda dengan kebiasaan mereka”.

^_^

Sungguhpun Shinichi dapat menangkap kebenaran dari jawaban keempat temannya, Shinichi menganggap jawaban Shinobu-lah yang paling menarik dan mampu menjelaskan fenomena itu dengan sangat lugas (bandung-agustus 2006)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar