Sabtu, 18 November 2006

Testimoni : Untuk Iklan Layanan Masyarakat yang Lebih Menarik



VAKSINASI MEMBENTENGI KELUARGA SAYA DARI WABAH

Yanta Suparyanta (36) Mandor Pekerja Bangunan dan Ketua RT

Nama saya Yanta Suparyanta. Saya adalah seorang mandor pekerja bangunan yang juga menjadi ketua RT. Dua tahun yang lalu saat berkunjung ke sebuah mal, saya melihat pameran vaksinasi yang diselenggarakan oleh sebuah perusahaan farmasi. Berkat pameran itu saya tergerak untuk menyisihkan sebagian uang saya untuk biaya vaksinasi Hepatitis B bagi keluarga saya, termasuk kedua orang tua saya. Walaupun penghasilan saya tidak besar, saya yakin biaya pencegahan penyakit akan jauh lebih murah dibanding biaya pengobatan.


Keyakinan saya terbukti saat beberapa tetangga saya terkena Hepatitis B dan harus dirawat di rumah sakit selama berminggu-minggu. Rupanya penyakit Hepatitis B sedang mewabah di daerah kami. Dua bulan yang lalu beberapa mahasiswa KKN datang untuk mengambil sampel darah penduduk untuk uji indikasi terkena Hepatitis B. Hasil pemeriksaan menunjukkan di RT saya saja ada belasan orang yang telah terjangkit penyakit itu sehingga harus berobat jalan. Alhamdulilah keluarga saya dan juga tetangga-tetangga saya yang dahulu mau saya ajak melakukan vaksinasi tak satupun yang terkena penyakit itu. Kini saya semakin yakin bahwa mencegah itu lebih mudah & lebih murah daripada mengobati.

^_^

Kisah diatas dibuat sebagai contoh iklan layanan masyarakat berbentuk testimoni. Untuk iklan yang sebenarnya tentu diperlukan perburuan pengalaman yang menarik dari konsumen. Kesaksian atau testimoni konsumen adalah metode iklan yang menarik karena menceritakan produk dari sudut pandang konsumen. Testimoni sejalan dengan filosofi marketing modern, yaitu melayani kebutuhan konsumen dan bukan menjual produk atau jasa. Idealnya perusahaan, pemerintah atau lembaga sosial menyediakan layanan sesuai kebutuhan konsumen. Bukan menawarkan sebuah produk atau jasa yang mampu mereka produksi tanpa peduli dibutuhkan atau tidak oleh konsumen. Iklan-iklan layanan masyarakat seperti iklan waspada flu burung, iklan pemilihan kepala daerah, iklan pemakaian helm, iklan pemakaian sabuk pengaman dan juga iklan kebiasaan melakukan vaksinasi akan sangat menarik bila dikemas dalam bentuk testimoni (nl. bandung november 2006)


NB: Beda marketing dengan penjualan adalah departemen marketing bekerja dengan cara mendeteksi dan melayani kebutuhan konsumen, sedangkan departemen penjualan sekedar menjual produk/jasa yang dimiliki sebuah institusi kepada konsumen.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar